Abstract :
Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik dengan karakteristik kadar glukosa
darah yang tinggi. Masalah yang terjadi Masih terdapat pasien diabetes melittus type 2
mengalami stress dan dalam kategori kelelahan emosional berdasarkan instrument DDS
(Diabetes Distress Scale) dan kadar glukosa yang tinggi (lebih dari 200 mg/dl).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relaksasi otot progresif terhadap stres dan
kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2
Desain penelitian menggunakan quasi-experiment. Variabel independen Relaksasi
Otot Progresif dan variabel dependen Stress dan Kadar Glukosa Darah. Populasi pasien
Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Blega Kabupaten Bangkalan
sejumlah 44 pasien dengan sampel 28 dibagi 2 kelompok sebesar 14 sampel untuk
kelompok kontrol dan 14 perlakuan Teknik pengambilan sampel menggunakan
probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan Diabetes Distress Scale dan Stik gula darah acak. Uji statistik
menggunakan uji wilcoxon/paired t test dengan (a=0.05). Penelitian ini sudah di uji etik
oleh tim KEPK STIKes Ngudia Husada Madura.
Hasil uji independent t test diperoleh nilai 0.004 < 0.05 terdapat perbedaan antara
kelompok perlakuan dan kontrol yang diberikan relaksasi otot progresif terhadap stress.
Hasil uji independent t test diperoleh nilai 0.015 < 0.05 terdapat perbedaan antara
kelompok perlakuan dan kontrol yang diberikan relaksasi otot progresif terhadap kadar
glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 Di Puskesmas Blega Bangkalan..
Disarankan pasien bisa menerapkan secara benar dan tepat dalam melakukan
pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif (ROP) untuk mengurangi stress dan peningkatan
kadar gula