Abstract :
Diabetes mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan suatu kelompok metabolic
dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin.
Studi pendahuluan menunjukkan bahwa penderita DM Tipe 2 di Wilayah Kerja
Puskesmas Burneh banyak yang mengalami tingkat depresi sedang. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dengan tingkat depresi
dan tekanan darah pada Pasien diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas
Burneh
Desain penelitian menggunakan Analytic Correlative dengan pendekatan
Cross Sectional. Populasi penelitian adalah 70 Pasien DM Tipe 2 dengan jumlah
sampel 60 Pasien yang dipilih dengan teknik Pruposive sampling. Variabel
independent self-esteem dan variabel dependent adalah tingkat depresi dan tekanan
darah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Self-Esteem Rosenberg SelfEsteem Scale (RSES), kuesioner Depression Anxiety Stress Scales 42 (DASS 42) dan
pemeriksaan tekanan darah. Uji analisa menggunakan uji statistik Spearman Rank.
Hasil uji statistic menggunakan Spearman Rank didapatkan hubungan yang
signifikan antara self-esteem dengan tingkat depresi dengan nilai p-value = 0,014 <
0,05 dan self-esteem dengan tekanan darah nilai nilai p-value = 0,014 < 0,05. Kedua
hubungan sama sama menunjukkan korelasi negatif. Hubungan self-esteem dengan
tingkat depresi memiliki nilai korelasi negative -0.315 yang artinya semakin tinggi
self-esteem yang dimiliki Pasien maka semakin rendah tingkat depresi yang dialami.
Sedangkan self-esteem dengan tekanan darah juga memiki nilai korelasi negative -
0.735 yang artinya semakin tinggi tingkat self-esteem yang dimiliki maka semakin
rendah tingkat tekanan darah yang dialami.
Self-esteem berhubungan dengan depresi pada individu penderita DM Tipe
2. Kedua hal ini juga akan berdmpak positif terhadap psikobiologi Pasien DM Tipe
2, sehingga cenderung meregulasi tekanan darah