Abstract :
Penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan suatu usaha perawat
menyediakan lingkungan yang bebas dari infeksi dan upaya perlindungan diri
dari pasien terhadap penularan penyakit. Berdasarkan hasil studi pendahuluan
yang dilakukan penelitian di RSU Anna Medika Madura masih ada perawat
yang kurang menerapkan menggunakan APD sebanyak 3 perawat (30%).
Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara supervisi kepala ruangan
dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri (APD)
handscoon dan masker diruang rawat inap RSU Anna Medika Madura.
Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Penelitian
dilakukan di rawat inap RSU Anna Medika Madura. Populasi perawat ruang
rawat inap pada bulan Agustus sebanyak 30 responden. Besar sampel sebanyak
28 orang. Pengambilan subjek menggunakan metode simple random sampling.
Variabel independen adalah supervisi kepala ruangan, variabel dependen adalah
kepatuhan menggunakan handscoon dan masker. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner supervisi kepala ruangan, lembar observasi pemakaian
handscoon dan masker. Analisa data menggunakan uji spearman rank.
Penelitian ini telah dilakukan uji Kelaikan Etik dengan NO:1889/KEPK/STIKESNHM/EC/VII/2023.
Hasil analisa data supervisi kepala ruangan cukup sejumlah 26 perawat
dengan persentase 57,1%, kepatuhan kategori patuh menggunakan alat
pelindung diri (APD) handscoon dan masker 71,4%, dan uji dengan uji statistik
spearman rank didapatkan p-value = 0,006 artinya ada hubungan antara
supervisi kepala ruangan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri
(APD) handscoon dan masker di RSU Anna Medika Madura.
Berdasarkan hasil diatas disarankan untuk kepala ruangan untuk
membuat jadwal supervisi yang terjadwal kepada perawat supaya kepala
ruangan dapat menilai mengenai apa saja yang kurang dari perilaku kepatuhan
perawat dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) handscoon dan masker.