Abstract :
Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang menggunakan
selaput membran semi permeabel (dialiser) yang dapat mengeluarkan sisa-sisa
metabolisme dan memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Hal
inilah yang memanifestasikan penderita menghadapi kecemasan tentang proses
pengobatan yang akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan dukungan keluarga dan self-esteem dengan kecemasan pada pasien CKD
yang menjalani hemodialisis.
Desain penelitian menggunakan Analytic Correlative dengan pendekatan
Cross Sectional. Populasi penelitian adalah 30 pasien CKD yang menjalani
hemodialisis dengan jumlah sampel 28 responden yang dipilih dengan teknik
simple random sampling. Variabel independen dukungan keluarga dan self-esteem,
variabel dependen yaitu kecemasan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner
dukungan keluarga, Self-Esteem Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan
Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Uji analisa menggunakan uji statistik
Spearman Rank.
Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank didapatkan hubungan
yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan dengan nilai p-value
= 0,039 < 0,05 dan self-esteem dengan kecemasan dengan nilai p-value = 0,01 <
0,05. Kedua hubungan sama sama menunjukkan korelasi negative. Hubungan
dukungan keluarga dan kecemasan memiliki nilai korelasi -0.393 yang artinya
semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah tingkat kecemasan yang
dialami. Sedangkan self-esteem dengan kecemasan memiliki nilai korelasi -0.606
yang artinya semakin tinggi self-esteem yang dimiliki maka semakin rendah
tingkat kecemasan yang dialami.
Salah satu strategi untuk mengatasi kecemasan pada pasien CKD yaitu
meningkatkan dukungan keluarga dan self-esteem sehingga dapat menurunkan
kecemasannya.
Disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan self-esteem
dengan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD dr.
Mohammad Zyn Sampang.