Abstract :
Tekanan darah tinggi dalam kehamilan merupakan 5-15% penyulit
kehamilan, dengan tekanan darah sistolik ? 140 mmHg dan tekanan darah
diastolik ? 90 mmHg. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa ibu hamil di
poli kandungan RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan didapatkan
data selama bulan Oktober ? Desember di tahun 2022, sebanyak 154 ibu
hamil dan 48 orang (31,31%) mengalami tekanan darah >140/90 mmHg.
Tujuan penelitian untuk menganalisi. Hubungan aktivitas fisik dengan
tekanan darah pada ibu hamil.
Desain penelitian menggunakan Analytic Correlative dengan
pendekatan Cross Sectional. Variabel independent Aktivitas Fisik dan
variabel dependent Tekanan Darah Populasi penelitian adalah 51 pasien ibu
hamil dengan jumlah sampel 47 responden yang dipilih dengan teknik
random sampling. Penelitian menggunakan kuesioner Tingkat Aktivitas
Fisik (GPAQ) dan pemeriksaan tekanan darah. Uji statistik menggunakan
Spearmen Rank dengan a: 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah ibu hamil memiliki
aktivitas fisik rendah sebanyak 29 ibu hamil dengan persentase (61,7%).
Sebagian besar mengalami tekanan darah tinggi sebanyak 27 ibu hamil
dengan persentase (57,4%). Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan ada
Spearman Rank didapatkan P : 0,000 a: 0,05 r: 0,388 sehingga disimpulkan
hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada
ibu hamil.
Berdasarkan hasil diatas diharapkan ibu hamil dapat melakukan
aktivitas fisik secara rutin dengan olahraga teratur seperti senam dan
berjalan pagi sehingga dapat menunrunkan angka kejadiaan tekanan darah
tinggi dan diharapkan pada peneliti selanjutnya untuk mengebangkan
variabel aktivitas fisik untuk menormalkan tekanan darah.