Abstract :
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut yang
melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian
bawah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan data penyakit dari bulan Oktober
sampai Desember 2022 kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
merupakan kasus terbanyak di wilayah kerja puskesmas Pakong dengan jumlah
55 kasus. Berbagai solusi yang dapat menurunkan angka kejadian Infeksi
Saluran Pernapasan Akut pada balita yaitu dengan terapi obat- obatan ataupun
dari support keluarga tentang faktor penyebab kejadian ISPA. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui hubungan status ekonomi dan gizi terhadap
kejadian ISPA.
Desain penelitian analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Variabel
independen status ekonomi dan status gizi dan variabel dependent kejadian
ISPA. Jumlah sampel yang diambil yaitu 71 balita di Wilayah Kerja Pusksmas
Pakong Pamekasan.Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random
sampling, menggunakan uji statistik Spearman Rank.
Hasil test statistik Spearman Rank di dapatkan hasil nilai Sig.(2 ? tailed
) sebesar 0,000 dengan ? 0,05 sehingga dapat disimpulkan p value = 0.000 <
0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak yaitu ada hubungan yang
signifikan antara status ekonomi dengan kejadian ISPA. Dan Hasil test statistik
Spearman Rank juga dihasilkan nilai Sig.(2 ? tailed ) sebesar 0,000 dengan ?
0,05 sehingga dapat disimpulkan p value = 0.000 < 0,05 yang berarti H2
diterima dan H0 ditolak yaitu ada hubungan yang signifikan antara status gizi
dengan kejadian ISPA
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah Infeksi Saluran
Pernapasan Akut pada balita dengan melakukan edukasi pada tenaga kesehatan
untuk pencegahan faktor ? faktor penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut.