Abstract :
Timbang terima harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara
singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang
sudah dan belum dilakukan serta perkembangan pasien pada saat itu. Informasi yang
disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat
berjalan dengan sempurna. Hasil studi pendahuluan di dapatkan 2 responden (28,5%),
timbang terima katagori kurang. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara
motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan timbang terima di rawat inap RSU Anna
Medika Madura
Penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Yang
dilakukan di wilayah kerja RSU ANNA Medika Madura. Populasi ini adalah 30 perawat.
Besar sampel 28 responden menggunakan metode simple random sampling. Variabel
independen adalah motivasi kerja perawat, variabel dependen adalah pelaksanaan
timbang terima. Instrumen menggunakan kuesioner pelaksanaan motivasi kerja perawat
dan pelaksanaan timbang terima. Analisa data menggunakan uji Spermank Rank. No Uji
Etik: 1837/KEPK/STKES-NHM/EC/VII,2023.
Hasil penelitian di RSU Anna Medika Madura didapatkan Sebagian besar
memiliki motivasi kerja perawat baik sebanyak 28 (93,3%) responden, Sebagian besar
memiliki timbang terima baik 26 (86.7%) responden. Dari hasil uji statistic Spearman
Rank diperoleh nilai ? Value = 0.000 berarti nilai ? Value < ? (0.05). Sehingga ada
hubungan antara motivasi kerja dengan pelaksanaan timbng terima dirawat inap RSU
Anna Medika Madura.
Berdasarkan uraian diatas, disarankan dapat memberikan pengetahuan bagaimana
cara memaksimalkan pelaksanaan timbang terima di ruangan masing ? masing sesuai
dengan standart dan prosedur yang ada, dan diharapkan dapat melakukan pemberian
intervensi untuk menciptakan keselamatan pasien yang optimal