Abstract :
Mekanisme koping pasien Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan upaya guna
mengatasi stresor ? stresor yang mengakibatkan kecemasan. Mekanisme koping dapat
didukung oleh kekuatan lain serta adanya kepercayaan pada individu yang
bersangkutan bahwa mekanisme koping yang tepat akan berdampak pada tingkat
kecemasan pasien Chronic Kidney Disease (CKD). Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien Chronic
Kidney Disease (CKD) di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
Penelitian ini menggunakan Analitik Corelasi dengan pendekatan Crossectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pasien CKD di RSUD Syarifah Ambami
Rato Ebu Bangkalan 33 pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan teknik Accidental Sampling sehingga diperoleh 31 responden. Variabel
dependen adalah mekanisme koping, variabel independen adalah tingkat kecemasan.
Instrumen menggunakan kuesioner mekanisme koping dan tingkat kecemasan.
Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank p Value < a (0.05). Uji
Kelaikan Etik dengan nomor 0045/KEPK/VII/2023.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme koping responden di RSUD
Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan menunjukan sebagian besar dalam kategori
cukup yaitu sebanyak 22 responden (71,0%). Tingkat kecemasan pasien CKD di
RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan bahwa sebagian besar kategori sedang
sebanyak 19 responden dengan persentase (61,3%), dan hasil uji statistik Spearman
Rank tingkat kecemasan diperoleh P = 0,000. Sehingga ada hubungan mekanisme
koping dengan tingkat kecemasan dengan Corelasi r = 0,683 yang artiya hubungan
kedua variabel mekanisme koping dengan tingkat kecemasan interpretasi kuat.
Disarankan untuk perawat mengedukasi kepada keluarga agar senantiasa
meningkatkan mekanisme koping pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD)
sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasannya.