Abstract :
Benigne prostatik hiperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostatnonkanker. Eritrosit normal pada sedimen urin hanya 0-1/LPB. Eritrosit akan menggembung pada urin yang encer (hipotonik), sedangkan urin yang pekat (hipertonik) eritrosit akan mengkerut. Peningkatan jumlah lekosit dalam urine (leukosituria atau piuria) umumnya menunjukkan adanya infeksi saluran kemih baik bagian atas atau bawah, sistitis, pielonefritis, atau glomerulonefritis akut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis Leukosit dan Eritrosit pada urine Penderita BPH
Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional Analitik. Variabel penelitian ini yaitu gambaran leukosit dan eritrosit pada urin penderita BPH. Besar sampel sebanyak 17 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan metode Total sampling. Pemeriksaan Leukosit dan Eritrosit dilakukan secara manual menggunakan mikroskop. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat.
Pengujian menggunakan statistik Wilcoxon Signed Rank Test Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada pemeriksaan jumlah silinder diperoleh hasil ? value = 0,441 > ? (0,05), maka H0 diterima yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah leukosit dan eritrosit pada urin penderita BPH.
Berdasarkan Hasil penelitian maka diharapkan bagi masyarakat untuk menjaga pola makan dan istirahat yang cukup.
Kata Kunci : BPH, Leukosit, Eritrosit, Urin, Perbedaan.