Abstract :
STH (Soil Transmitted Helminths)adalah jenis cacing yang memerlukan media tanah untuk perkembangan siklus hidupnya. Adapun jenis cacing STH (Soil Transmitted Helminths)yang sering menyebabakan kecacingan di Indonesia adalahAscaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necatoramericanus, Trichuris trichiura dan Strongyloides stercoralis. Word Health Organization(WHO) menyatakan angka kejadian infeksi STH di dunia mencapai lebih dari 1,5 miliar orang. AwalpenularanSoil Transmitted Helminths (STH) pada peternak sapi berasaldarikebiasaanBuang Air Besar (BAB/open defecation) sembarangan, personal hygiene dan sanitasi lingkungann yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya infeksi Soil Transmitted Helmiths (STH)pada feses peternak sapi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan berjumlah 30 sampel feses peternak sapi dengan menggunakan teknik puposive sampling. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode Stoll.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan fesespeternak sapi positif terdapat telur Ascaris lumbricoides (20%), larva Ascaris lumbricoides (3%) dan tidak terdapat cacing Ascaris lumbricoides. Tidak ditemukan adanya telur, larva dan cacing Trichuris trichiura, Hookworm (Ancylostoma duodenale dan Necatoramericanus) serta Strongyloides stercoralis.
Hasil positif disebabkan karena peternak sapi tidakmenggunakan APD (alatpelindungdiri) saatbekerja, tidakmenjagakebersihanbaikkebersihandiri dan lingkungan, tidakrutinmemotong kuku sertatidakmencucitangansebelummakan.