Abstract :
Remaja perempuan mengalami menstruasi awal dalam fase hidupnya, yangdapat menyebabkan kehilangan darah dan kehilangan zat besi. Pemberian tablettambah darah pada remaja putri, dianjurkan seminggu satu kali. Dari hasil studipendahuluandidapatkan100%remajaputritidakpatuhdalamkonsumsiTTD.Tujuandaripenelitianinimenganalisishubunganantarapengetahuandandukungan sekolah dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remajaputridi SMPYanmerBurnehBangkalan.
Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekaan crosssectional.Variabelindependenpengetahuandandukungansekolah,sedangkanvariabel dependen kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Populasi 37 remajaputri dan besar sampel 34 remaja putri menggunakansimple randomsampling.Penelitianinimenggunakankuesionerpengetahuan,dukungansekolah,dankepatuhan konsumsi TTD dan uji statistic menggunakan Spearman rank dengan?=0,05.No ujilaik etikNO:2076/KEPK/STIKES-NHM/EC/IV/2024
Hasilpenelitiandidapatkanhampirsetengahnyaremajaputrimemilikipengetahuanyangkurangsebanyak15remajaputri(44.1%),sebagianbesardukungan sekolah menunjukkan kategori sedang sebanyak 19 remaja putri (55.9%),sedangkan sebagian besar kepatuhan konsumsi TTD menunjukkan kategori kurangpatuhsebanyak21remajaputri(61.8%).Berdasarkanhasilujistatisticmenunjukkan pvalue= 0,000 = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa adahubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.Sedangkan hasil uji statistik pvalue= 0,029 = 0,05 dapat disimpulkan bahwa adahubungan antara pengetahuan dan dukungan sekolah dengan kepatuhan konsumsiTTD padaremajaputri.
Berdasarkanhasilpenelitian,diharapkanpihaksekolahmeningkatkandukungandalamkepatuhankonsumsiTTD,sertabekerjasamadengandinaskesehatan untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan rutin terutamapentingnyatablettambahdarah,mengadakanprogramkonsumsiTTDbersama-sama
sehingga dapat memastikan bahwa remaja putri benar-benar mengkonsumsi tablettambahdarah