Abstract :
Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan. Penderita stroke
memiliki risiko untuk mengalami gangguan kognitif. Berdasarkan Studi
pendahuluan didapatkan masih tingginya gangguan kognitif stroke di RSU ANNA
Medika Madura. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi
gangguan fungsi kognitif pasien stroke.
Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan cross-sectional.
Populasi penelitian adalah pasien stroke di RSU ANNA Medika Madura, sejumlah
94 orang. Besar sampel: 76 Responden. Teknik sampling: purposive sampling.
Analisa data spearman rank. Variabel independen social engagement, depresi,
riwayat hipertensi. dan variabel dependen: fungsi kognitif. Instrumen dalam
penelitian ini menggunakan kuesioner MMSE, social engagement, HDRS, riwayat
hipertensi.
Hasil analisa didapatkan sebagian besar memiliki social engagement buruk 40
responden dengan presentase 52.6%, Sebagian kecil dari responden tidak depresi
sebanyak 28 responden dengan presentase 36.8%. sebagian besar memiliki riwayat
hipertensi 59.2%, sebagian kecil dari responden tidak gangguan fungsi kognitif yaitu
27 dengan presentase 35.5% Hasil uji spearman rank variabel social engagement
dengan fungsi kognitif didapatkan p value sebesar 0,001 0,05 maka ada hubungan
social engagement dengan fungsi kognitif. Variabel depresi dengan fungsi kognitif
didapatkan nilai p value sebesar 0,001 0,05 maka ada hubungan depresi dengan
fungsi kognitif. Variabel riwayat hipertensi dengan fungsi kognitif didipatkan nilai p
value sebesar 0,001 0,05 maka ada hubungan riwayat hipertensi dengan fungsi
kognitif. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara social engagement,
depresi, riwayat hipertensi dengan fungsi kognitif pasien stroke.
Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk memperluas penelitian tentang
faktor fungsi kognitif pada stroke dengan menambahkan beberapa variabel lainnya.