Abstract :
Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Dampak yang sering terjadi adalah penumpukan zat sisa metabolisme, mencakup uremia, kelebihan beban cairan, asidosis, hiperkalemia dan hiperurisemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada pasien gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa
Penelitian ini merupakan eksperimen design. Sampel diambil sebanyak 20 pasien dengan teknik incidental sampling. Variabel independen penelitian yaitu pelaksanaan hemodialisa. Variabel dependennya yaitu hasil kadar asam urat menggunakan alat Autoanalyzer. Pengolahan data menggunakan paired sample t-test. Penelitian ini sudah dilakukan uji layak etik di STIKes Ngudia Husada Madura dengan no 232.
Hasil penelitian menunjukkan kadar asam urat sebelum hemodialisa memiliki rata-rata 9,21 mg/dl, dan rata-rata sesudah hemodialisa yaitu 3,61 mg/dl. Uji statistika paired sample t-test menunjukkan hasil p value 0,000 (< 0,05) artinya H1 diterima dan H0 ditolak.
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk memperhatikan besar sampel dan beberapa faktor yang mempengaruhi kadar asam urat tinggi.
Kata Kunci: Asam Urat, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa