Abstract :
Gangguan siklus menstruasi merupakan suatu kondisi ketika siklus menstruasi mengalami anomaly atau kelainan. Hasil studi pendahuluan di PMB Yanti Herawati Perumnas Kamal Kabupaten Bangkalan dari 10 responden ditemukan bahwa 8 (80%) responden mempunyai berat badan yang lebih, 7 (70%) responden bekerja dan 8 (80%) responden menggunakan kontrasepsi kb suntik 3 bulan ? 1 tahun. Tujuan penelitian ini adalah determinan gangguan siklus menstruasi pada akseptor kb suntik 3 bulan.
Metode penelitan bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen status gizi, pekerjaan (aktifitas fisik), dan lama penggunaan. Sedangkan variabel dependen siklus menstruasi akseptor KB suntik 3 bulan. Jumlah populasinya 65 responden, jumlah sampelnya 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simpel random sampling, instrumen yang digunakantimbangan injak dan alat pengukur tinggi badan, sedangkan untuk pekerjaan menggunakan kuesioner IPAQ. Untuk lama penggunaan dengan melihat kartu kb dan untuk gangguan siklus menstruasi menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi-Square nilai signifikan ? 0,05.
Hasil uji statistik nilai ?value sebesar 0,00 (0,05) menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi akseptor KB suntik 3 bulan dan nilai ?value 0,01 (0,05) menunjukkan ada hubungan antara aktifitas fisik dengan siklus menstruasi akseptor KB suntik 3 bulan. sedangkan nilai ?value sebesar 0,01 (0,05) menunjukkan adanya hubungan antara lama penggunaan KB dengan siklus menstruasi akseptor KB suntik 3 bulan.
Pemantauan berat badan sangat di butuhkan untuk mengetahui status gizi akseptor KB suntik 3 bulan, diharapkan akseptor KB memahami dengan baik efek samping KB dan menjaga pola makan sehingga status gizi dalam batas normal