Abstract :
Flour Albus pada ibu hamil Trimester III merupakan hal yang fisiologis tetapi jika tidak diatasi mengakibatkan flour albus patologi. Berdasarkan studi pendahuluan di Polindes Karang Anyar Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan jumlah ibu hamil trimester 3 yang mengalami keputihan sebanyak 3 orang (23%). Tujuan penelitian adalah menganalisis penatalaksanaan pada ibu hamil Trimester III yang mengalami flour albus fisiologi.
Metode penelitian menggunakan Deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang dilakukan di Polindes Karang Anyar Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan pada bulan April 2020, menggunakan 2 partisipan yang memiliki masalah yang sama yaitu ibu hamil Trimester III dengan keluhan flour albus. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dari keluarga partisipan dan tenaga medis.
Hasil penelitian didapatkan pada partisipan 1 G1P0000 UK 36 minggu 4 hari dengan keluhan flour albus sudah 3 hari dan pada partisipan 2 G1P0000 UK 34 minggu 6 hari dengan keluhan flour albus sudah 2 hari. Masalah potensial pada kedua partisipan terjadi flour albus patologi. Intervensi pada partisipan 1 dan 2 sama yaitu Anjurkan selalu mencuci tangan setelah mengganti pakaian dalam, Anjurkan tidak melakukan hubungan seks, Anjurkan membersihkan vagina dengan rebusan daun sirih1-2 kali sehari, Anjurkan selalu mengganti pakaian dalam, Anjurkan menggunakan pakaian dalam berbahan katun, menjaga pola istirahat. Didapatkan hasil partisipan 2 lebih cepat sembuh karena menjaga personal hygiene. Untuk partisipan 1 lebih lama sembuh tidak menjaga pola istirahat.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang penyebab, dampak dan cara mengatasi flour albus pada ibu hamil trimester 3.