Abstract :
Stunting adalah konsekuensi malnutrisi kronis yang disebabkan oleh
asupan gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga anak tidak dapat
mencapai potensi genetik pertumbuhan. Prevalensi balita stunting di wilayah
kerja Puskesmas Pasongsongan sebanyak 29.8%. Prevalensi tersebut
Melebihi target Stunting Yaitu >20%. Tujuan Penelitian ini adalah
Menganalisis apakah ada Hubungan antara Stunting terhadap pola
pertumbuhan dan perkembangan Anak 3-24 bulan
Penelitian ini menggunakan survey analitik cross Sectional. Pada 46
responden, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling
Pengumpulan data dilakukan dengan data primer yaitu melakukan
pengukuran lingkar kepala dan berat badan serta wawancara kuesioner, pada
pertumbuhan.Sedangkan perkembangan menggunakan KPSP. Data diolah
menggukan uji Rank Sperman.
Hasil Penelitian menujukan bahwa tidak ada hubungan antara
stunting terhadap pola pertumbuhan anak usia 3-24 bulan (p value =0,640)
dan (p value = 0,812), ada hubungan Stunting terhadap perkembangan anak
usia 3-24 bulan (p value = 0,000).
Saran pada penelitian ini adalah perlu ditingkatkan berbagai upaya
Promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya gangguan perkembangan,
dengan cara puskesmas memberikan penyuluhan tentang pentingnya
pertumbuhan dan perkembangan balita dan selalu menghimbau pada
masyarakat yang hamil untuk mencari informasi kesehatan yang baik untuk
banyinya.