Abstract :
Bengkak kemerahan pasca imunisasi pentavalen merupakan suatu reaksi
lokal yang terjadi pada bayi pasca imunisasi pentavalen. Bengkak kemerahan
pasca imunisasi pentavalen disebabkan oleh reaksi suntikan. Berdasarkan hasil
studi pendahuluan tiga bulang terakhir (Juli s/d September 2019) sebanyak 4
dari 20 bayi (20%) yang diimunisasi mengalami bengkak kemerahan. Tujuan
penelitian untuk menganalisis asuhan kebidanan Penatalaksanaan Bengkak
Kemerahan Pada Bayi Pasca Imunisasi Pentavalen di Polindes Siti Komariyah,
Amd. Keb Desa Kelampis Kab. Bangkalan.
Metode penelitian dengan pendekatan studi kasus. Dilakukan Polindes
Siti Komariyah, Amd. Keb Kelampis Bangkalan bulan Desember 2019, dengan
2 partisipan yang mengalami bengkak kemerahan. Pengumpulan data
menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan
data menggunakan triangulasi dari keluarga dan tenaga kesehatan dengan
analisis menggunakan conten analisis.
Hasil penelitian di dapatkan keluhan kedua partisipan yaitu bengkak
kemerahan pada area bekas suntikan. Pada saat observasi hari pertama
ditemukan bengkak kemerahan pada kedua partisipan setelah di berikannya
imunisasi pentavalen 1. Berdasarkan hasil data subyektif dan data obyektif
kedua bayi partisipan di diagnosa bengkak kemerahan pasca imunisasi
pentavalen 1. Masalah potensialnya tidak ada karena bengkak kemerahan yang
dialami kedua bayi partisipan masih dalam batas normal. Intervensi tindakan
pada kedua partisipan sama yaitu Observasi keadaan umum bayi dan tandatanda
vital bayi, menganjurkan kepada ibu untuk mengompres berkas suntikan
dengan air hangat selama 10-20 menit, dan Memberikan HE tentang kompres.
Masalah partisipan teratasi di kunjungan ke 3.
Diharapkan bidan dapat melakukan perannya dalam penatalaksanaan
bengkak kemerahan pasca imunisasi pentavalen dengan melakukan kompres
hangat pada paha selama 10-20 menit.