Abstract :
Gagal ginjal merupakan penurunan fungsi yang terjadi secara akut atau kronik. Dalam beberapa kasus salah satunya terapi yang dilakukan adalah hemodialisa demi mempertahankan metabolisme tubuh. Tahun 2019 jumlah penderita gagal ginjal kronik dengan hemodialysis dipamekasan mencapai 385 orang. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk membahas tentang hubungan dukungan keluarga dan sikap individu dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani terapi hemodialisa
Desain penelitian ini adalah Analitic Correlative dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan variable independent dan dependent, dimana peneliti menggunakan kuesuioner sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Analisa yang digunakan adalah infersi yang dilakukan terhadap dua variable yang diduga berpengaruh atau berhubungan. Jumlah populasi adalah pasien hemodialisa dirumah sakit dr. H. Slamet Martodirdjo pamekasan sebanyak 47 responden dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, maka diperoleh sample sebanyak 41 responden yang akan diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dan sikap individu dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani terapi hemodialisa dirumah sakit dr. H. Slamet Martodirdjo pamekasan. Hasil uji Rank spearman didapatkan p=0,012 (?<0,05) menunjukkan H1 diterima. ada hubungan dukungan keluarga dan sikap individu dengan kepatuhan pembatasan cairan pasien chronic kidney disease yang menjalani terapi hemodialisa.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan dukungan keluarga dan sikap individu dengan cara memberikan edukasi terhadap keluarga sebagai dukungan dan motivasi bagi pasien chronic kidney disease yang menjalani terapi hemodialisa demi terlaksananya kepatuhan pemenuhan cairan pasien selama rumah supaya metabolisme tubuh dapat terkontrol dengan baik