Abstract :
Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu campuran antara lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam organik yang kemudian disekresi oleh kedua kelenjar payudara ibu. Terdapat 22 postpartum primipara yang mengalami ASI tidak lancar di PMB Hj. Zaitun Erbawati, S.ST.,M.M.Kes Desa Pangorayan Kab.Pamekasan Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbedaan produksi ASI antara ibu post partum yang di berikan SPEOS dan yang tidak di berikan.
Metode yang digunakan adalah experimental, desain menggunakan quasy experiment. Variabel independen adalah metode SPEOS, variable dependen adalah produksi ASI. Populasi ibu post partum primipara dengan persalinan normal. sampel di peroleh sebanyak 12 responden, menggunakan teknik Systematik Rendom Sampling, uji statistik menggunakan paired T-test dan independent T-test dan menggunakan lembar observasi. Hasil ini mendapatkan layak etik dari Stikes Ngudia Husada Madura.
Hasil penelitian menggunakan paired T-test, kelompok ibu yang diberikan perlakuan metode SPEOS sebanyak 6 orang dan kelompok kontrol 6 orang. Sedangkan hasil uji Independent T-test terdiri dari 12 responden dari kelompok perilaku dan kontrol. Dari uji paired T-test diperoleh (p-value=0.010=0,05) artinya Ho di tolak terdapat perbedaan antara sebelum dan sudah di lakukan metode SPEOS, sedangkan kelompok kontrol diperoleh (p-value=0.010=0,05) artinya Ho di tolak terapat perbedaan antara sebelum dan sudah di lakukan metode SPEOS dan yang tidak di lakukan pada kelompok control. Dari uji Independent T-test diperoleh (p-value=0.136=0,05) artinya Ho di terima tidak terdapat perbedaan antara yang di berikan dan yang tidak di berikan SPEOS.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan ibu post partum dapat menjadikan Metode SPEOS sebagai salah satu pengobatan alternative, sebagai terapi non farmakologi dalam mengatasi ASI yang tidak keluar atau ASI yang tidak lancar.