DETAIL DOCUMENT
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN PROTEINURIA DENGAN MENGGUNAKAN ASAM ASETAT 6% DAN AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
MUAMAROH, MUAMAROH
Subject
RZ Other systems of medicine 
Datestamp
2020-08-13 02:40:01 
Abstract :
Pemeriksaan protein urine merupakan pemeriksaan skirining untuk mengetahui fungsi ginjal. Metode asam asetat 6% cukup peka karena dapat mendeteksi protein sebanyak 0,004%. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mempunyai sifat yang mirip dengan asam asetat yaitu keduanya sama-sama memiliki sifat asam. Air perasan jeruk nipis yang di gunakan adalah dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%. Penelitian ini menggunakan metode asam asetat 6% dengan menggunakan 30 sampel urine sewaktu pada warga desa Kampak kecamatan Geger. Penelitian di lakukan di Laboratorium Stikes Ngudia Husada Madura dari bulan Desember 2019 sampai bulan juli 2020. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada air perasan jeruk nipis konsentrasi 5%, 10% dan 15% menunjukkan perbedaanyang signfikan pada hasil pemeriksaan proteinuria dengan menggunakan asam asetat 6%. Konsentrasi yang paling efektif adalah air perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 20%. Berdasarkan hasil penelitian air perasan jeruk nipis konsentrasi 20% dapat di gunakan sebagai alternatif reagen pada pemeriksaan proteinuria. 
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura