Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
ST MUKARROMAH, ST MUKARROMAH
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2020-09-01 04:09:07
Abstract :
luka perineum terjadi karena adanya robekan jalan lahir, baik karena ruptur maupun episiotomi waktu melahirkan janin. Dampak dari keterlambatan penyembuhan luka perineum yaitu infeksi, komplikasi, dan kematian ibu postpartum. Tujuan penelitian adalah menganalisis Penatalaksanaan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan konsumsi putih telur di BPM lukluatun mubrikoh,S.ST Bangkalan
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di BPM Lukluatun Mubrikoh,S.ST Bangkalan pada tanggal 01 april-03 juni 2020, dengan subjek penelitian ini menggunakan dua partisipan dengan kasus masalah kebidanan yang sama yaitu pada ibu nifas fisiologis hari ke-2 dengan perlukaan jalan lahir. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu keluarga, pasien dan bidan. Analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewaktu pengumpulan data sampai data terkumpul.
Hasil pengkajian partisipan 1 dan 2 sama yaitu mengeluh nyeri pada daerah kemaluannya karena terdapat jahitan. Hasil interpretasi data dasar pada partisipan 1 dan 2 didapatkan ibu merasa nyeri pada daerah kemaluannya karena terdapat jahitan, sehingga kebutuhan yang perlu diberikan pada ibu yaitu memberikan HE tentang nyeri, bahwa nyeri ibu suatu hal yang normal karena adanya jahitan jalan lahir. Setelah diberikan implementasi pada kedua partisipan, didapatkan hasil partisipan 1 lebih cepat pemulihannya karena lebih mengikuti anjuran peneliti dalammelakukan perawatan perineum dan mengkonsumsi rebusan putih telur, sedangkan pertisipan 2 tidak melaksanakan perawatan perineum serta pantang terhadap makanan.
Berdasarkan hasil diatas diharapkan bidan dapat melakukan perannya memberikan HE dan motivasi agar ibu bisa melakukan tindakan mandiri agar masalah dapat teratasi.