DETAIL DOCUMENT
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-36 BULAN DENGAN RIWAYAT IBU PERNIKAHAN DINI (Study di Puskesmas Tamberu Barat Kecamatan Sokobana)
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
DIMAZ TRI, SUTRISNO
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2020-09-01 04:05:26 
Abstract :
Status gizi di Indonesia terutama pada balita yang sekarang masih menjadi permasalahan di antaranya masalah gizi kurang, gizi buruk serta Stunting. Stunting atau biasa disebut dengan balita pendek merupakan indikasi buruknya status gizi dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak. Berdasarkan data pendahuluan dari 10 balita stunting, 6 balita mempunyai riwayat ibu pernikahan dini, 4 balita mempunyai riwayat faktor budaya yang kurang baik. Menganalisis faktor kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan dengan riwayat ibu pernikahan dini dipuskesmas Tamberu barat, Kecamatan Sokobana. Desain penelitian ini adalah survey analitik dan rancangan yang digunakan Pendekatancross sectionaldengan Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, sosial ekonomi, budaya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah stunting. Populasi penelitian sebanyak 41 responden dan sampel yang diambil sebanyak 35 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Sedangkan alat pengumpulan data menggunakan Kuesioner dengan uji statistik Wilks? Lambda. Hasil penelitiansetelah dilakukan uji statistik Wilk?s Lambda pendidikan ibu P-value= 0,008 sehingga P-value
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura