Abstract :
Luka perineum merupakan luka yang terjadi pada perineum saat persalinan dan terjadi pada wanita yang melahirkan pervaginam. Dari studi pendahuluan di BPM Sri Wahyuni Amd. Keb bulan Oktober sembuh >7 hari (40%), sembuh normal 6-7 hari (60%) dan BPM HJ. Meiyuni, S.ST.,M.Mkes bulan Desember-Januari Sembuh >7 (45%) sembuh normal (55%).
Penelitian ini merupakan penelitian Analitik, desain penelitian Cross sectional dengan 2 variabel yaitu variabel Independent (pantang makanan, perawatan luka, mobilisasi dini) dan variabel dependent (penyembuhan luka perineum) penelitian ini menggunakan Tehnik Accidental Sampling pada 41 ibu nifas pada bulan Juni 2020 di BPM Sri Wahyuni Amd. Keb dan di BPM Hj. Meiyuni, S.ST.,M.Mkes Kec. Bangkalan.
Penyembuhan luka perineum pada ibu nifas sebagian besar penyembuhannya lambat dan hampir seluruhnya berpantang makanan (96.2%) setelah di uji statistik Lambda diperoleh ?=0,000 berarti ? (0,05). Bahwa H0 ditolak dan Ha diterima ada hubungan Pantang Makanan dengan penyembuhan luka perineum, salah dalam perawatan luka (91.3%) setelah di uji statistik Lambda diperoleh ?=0,000 berarti ? (0,05). Bahwa H0 ditolak dan Ha diterima ada hubungan perawatan luka dengan penyembuhan luka perineum, kurang mobilisasi (91.3%) setelah diuji statistik Lambda diperoleh ?=0,000 berarti ? (0,05). Bahwa H0 ditolak dan Ha diterima ada hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
Tenaga kesehatan di harapkan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tidak ada pantang makanan, memberikan informasi tentang perawatan luka, memberikan informasi tentang manfaat mobilisasi dini. Serta memberikan penyuluhan secara rutin tentang penyembuhan luka perineum dan ajarkan bagaimana cara merawat dan mengenali tanda bahaya pada ibu nifas.