Abstract :
Stunting merupakan gangguan gizi pada anak yang sampai saat ini angka
kejadiannya masih tinggi. Hasil Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas
Kamal dari bulan Mei sampai Agustus sebesar 78 Kasus. Tujuan Penelitian ini
adalah menganalis hubungan antara pola asuh, pola makan dan pengetahuan
orang tua dengan angka kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di
Puskesmas Kamal.
Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi 87 ibu yang
mempunyai balita usia 2-5 tahun. Sampel 71 responden menggunakan tehnik
purposive sampling, uji statistik menggunakan Rank-spearman instrument
penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian ini sudah di uji etik oleh KEPK
STIKes Ngudia Husada Madura.
Hasil penelitian menunjukkan Pola Asuh tidak baik kejadian stunting pendek
(56,5%), pola asuh baik kejadian stunting pendek 17 (68,0%) Berdasarkan hasil
uji statistik Spearmenrank menunjukkan (?=0,019< ? =0,05), sehingga H0 di
tolak dan H1 diterima, artinya ada Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting
di Puskesmas Kamal. Pola Makan Kurang kejadian stunting pendek 26 (55,3%),
Pola makan cukup kejadian stunting pendek 14 (70,0%), Pola Makan Baik
kejadian stunting pendek 3 (75,0%). Berdasarkan hasil uji statistik
Spearmenrank menunjukkan bahwa nilai (?=0,044=0,05), sehingga H0 di
tolak dan H1 diterima, artinya ada Hubungan pola makan dengan kejadian
stunting di Puskesmas Kamal. Pengetahuan Orang Tua Kurang kejadian stunting
pendek 24 (57,1%), pengetahuan orang tua cukup kejadian stunting pendek 17
(70,8%), pengetahuan orang tua baik kejadian stunting sangat pendek dan
pendek 2 (40,0%) Berdasarkan hasil uji statistik Spearmenrank menunjukkan
bahwa nilai (?=0,013=0,05), sehingga H0 di tolak dan H1 diterima, artinya
ada Hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian stunting di Puskesmas
Kamal Kabupaten Bangkalan
Upaya yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting yaitu
menyelenggarakan IMD dan ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan balita,
menyelenggarakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan dan pelayanan
kesehatan yang optimal.