DETAIL DOCUMENT
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CALCANEUS SPUR DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
Muhammad, Zainal Arifin
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2020-09-01 04:01:31 
Abstract :
Calcaneus spur merupakan gangguan yang relatif sering terjadi pada tungkai kaki, eksostosis (pertumbuhan tulang yang tidak semestinya yang berbentuk seperti taji ayam) di daerah tubercalcaneus, yang disebakan oleh plantar fasciitis yaitu adanya peradangan atau inflamasi pada fascia plantaris dan otot-otot fleksor pada kaki di perlekatan calcaneus. Kondisi calcaneus spur ini sering terjadi pada orang dewasa atau atlit. Kejadian ini mencapai 11,5 per 100 orang dan 24 kali lebih sering pada laki-laki dari pada perempuan. Pada laki-laki tercatat 16,5 orang per 100.000 orang per tahunnya dengan puncak kejadian pada usia 20-29 tahun. Sedangkan pada perempuan tercatat 6,26 orang per 100.000 orang pertahunnya. Studi kasus ini dilakukan terhadap pasien dengan diagnosis calcaneus spur dan diberikan intervensi fisioterapi dengan modalitas Ultrasound dan Terapi Latihan pada otot-otot gastrocnemius dan plantaris fasciitis. Pemeriksaan yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab mengenai pasien maupun keadaan pasien, kepada pasien (autoanamnesis) atau kepada orang terdekat dengan pasien (heteroanamnesis). Anamnesis pada kasus ini dilakkukan dengan metode auto anamnesis yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan diagnosis calcaneus spur mengalami penurunan rasa nyeri setelah pasien rutin diberikan modalitas ultrasound dan terapi latihan. Selain terapi tersebut pada kasus calcaneus spur untuk mengurangi rasa nyeri bisa menggunakan terapi lainnya yaitu latihan hold relax. Disarankan bagi pasien untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang mengurangi pemakaian sepatu berhak tinggi atau high heel dan menggunakan alas kaki yang empuk seperti arch support, pasien diminta untuk mengompres dingin dan hangat selama 10 menit, 3 kali sehari jika terjadi nyeri pada tumit, melakukan pemanasan sebelum berolahraga agar tidak terjadi cedera pada tumit yang berulang-ulang / repetitive. 
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura