DETAIL DOCUMENT
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS BELL’S PALSYDENGAN MODALITAS ARUS FARADIK DAN MIRROR EXERCISE
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
Lucy, Febriyani
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2020-09-14 07:34:04 
Abstract :
Bell?s palsy adalah kelemahan atau kelumpuhan saraf perifer wajah (nervus fasialis) secara akut pada sisi sebelah wajah. Kondisi ini menyebabkan ketidakmampuan penderita menggerakkan separuh wajahnya secara sadar (volunter) pada sisi yang sakit. Insiden Bell?s Palsy adalah sebesar 20-30 kasus dari 100.000 orang, dan merupakan 60 ? 70% dari seluruh kasus kelumpuhan perifer wajah unilateral. Masalah yang timbul karena bell?s palsy adalah bentuk ekspresi wajah diantara bibir tidak simetris, pasien tersebut tidak dapat mengerutkan dahi dan tidak dapat menutup mata secara penuh, tidak dapat meniup atau bersiul, apabila berkumur atau minum maka air akan keluar melalui sisi mulut yang lumpuh, pada sisi yang lesi juga akan terasa kaku dan tebal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi dengan modalitas arus faradik dan mirror exercise untuk meningkatkan kekuatan otot wajah dan meningkatkan kemampuan fungsional pada kasus Bell?s Palsy.Setelah dilakukan terapi selama 2 kali tidak didapatkan peningkatan hasil kemampuan fungsional dengan menggunakan skala ugo fish T1: 70 point dengan T2: 70 point. Arus faradik dan mirror exercise kurang efektif pada kasus bell?s palsy karena factor waktu terapi yang dilakukan pasien kurang maksimal. 
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura