Abstract :
Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan frekuensi yang
lebih dari biasa (> 3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja(menjadi cair) dengan
atau tanpa darah dan lendir. Di Indonesia angka kejadian diare pada balita pada tahun
2017 tercatat sebesar 38,83%. Sementara itu, menurut laporan Dinas Kesehatan provinsi
Jawa Timur tahun 2018, sebaran cakupan Diare sebesar 79,4%. Literature riview ini
bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada
balita Metode: Metode pencarian menggunakan database Google Scholar dan Pubmed
dengan batasan waktu maksimal 5 tahun terakhir, akses artikel secara full text. Pencarian
artikel atau jurnal berdasarkan keyword, dilakukan dengan menggunakan boolean
operator (AND, OR NOT or AND NOT) yang digunakan untuk memperluas atau
menspesifikkan pencarian, sehingga mempermudah dalam penentuan artikel atau jurnal
yang digunakan.Hasil: Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada
anak, yaitu faktor pengetahuan dan faktor pendidikan. Diskusi: faktor pengetahuan dapat
mempengaruhi komitmen seseorang untukberperilaku kesehatan yang baik dan faktor
pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir ibu terhadap pencegahan kejadian diare pada
balita.
References :
M. Hasinuddin. 2011. Modul Anticipatory Guidance Merubah Pola Asuh Orang Tua yang Otoriter dalam Stimulasi Perkembangan Anak. https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/3965