Abstract :
Kemandirian anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan dengan
perkembangananak dan kapasitas anak itu sendiri. Pola asuh terdiri dari dua kata yaitu pola dan asuh. Pola asuh terbagi menjadi 4 tipe, pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola asuh permesif dan yang terakhir pola asuh penelantaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana gambaran kemandirian anak dengan pola asuh yang diterapkan ibu yang bekerja dan tidak bekerja.
Desain penelitian ini adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah
kemandirian anak usia prasekolah dengan pola asuh ibu bekerja dan tidak bekerja. Jumlah populasi 80 responden, jumlah sampel 54 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, instrumen penelitian menggunakan
google form/kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji laik etik dengan nomor
sertifikat 603/KEPK/STIKES-NHM/EC/XII/2020 di STIKes Ngudia Husada
Madura. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hampir seluruh anak berada pada
kategori kemandirian tinggi dengan jumlah 43 anak (79,6%), sebagian kecil tidak mandiri berjumlah 11 anak (20,3%). Berdasarkan hasil pola asuh didapatkan hampir seluruh pola asuh demokratis yang diterapkan ibu pada anak di Kb-Ra Alamien sebanyak 35 ibu (65,5%), sebagian kecil pola asuh penelantaran yang diterapkan ibu pada anak di KB-Ra Al-amien sebanyak 2 anak (4,7%). Diharapkanuntuk kemandirian yang sudah tinggi tetap dipelihara dengan cara anak dibiasakan untuk melakukan selfcare, dapat mengisi waktunya sendiri, anak dilatih untuk mengambil keputusannya sendiri, diberikan pilihan sehingga anak terbiasa mandiri. Monitoring secara continue dari petugas kesehatan, orang tua maupun instansi sekolah juga diperlukan mengingat bahwa kemandirian
merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama
perkembangan.