Abstract :
Masih banyak anak yang menggunakan motorik kasarnya dari pada motorik halusnya.
Sarana dan prasarana bermain untuk menstimulasi perkembangan anak juga masih kurang sehingga
perkembangan motorik halus kurang terstimulasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017
menyebutkan bahwa sekitar 5% hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan
perkembangan. Namun, data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui
dengan pasti, tetapi dapat diperkirakan sekitar 1% hingga 3% anak dibawah umur 5 tahun mengalami
keterlambatan perkembangan umum. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui apakah ada
pengaruh bermain lego terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Metode: Desain
penelitian ini menggunakan quasi eksperiment, one-group pra-post test design, populasinya anak usia
prasekolah, tahun terbit artikel 2015-2020, jenis studi menggunakan eksperimental, akses artikelnya
full text, dan bahasa yang digunakan yaitu bahasa indonesia dan inggris. Hasil: Lego memberikan
manfaat bagi anak yaitu anak dapat melatih kemampuan motorik halus pada anak usia prasekolah,
Kegiatan bermain lego di lakukan untuk melatih kekuatan jari jemari anak dan koordinasi mata dan
tangan anak, Dengan permainan lego (Parallel Play) keterampilan kognitif anak dapat berkembang,
Dengan bermain lego dapat mendorong anak-anak untuk berpikir dan bereaksi cepat. Diskusi:
Diharapkan orang tua sebaiknya memperhatikan perkembangan yang terjadi pada anak, salah satunya
kemampuan motorik halus. Hal ini bertujuan agar para orangtua dapat memberikan stimulasi yang
lebih dan tepat kepada anak.