Abstract :
Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan infeksi cacing usus
yang ditularkan melalui tanah. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan telur
parasit atau larva yang berkembang ditanah yang lembap dan hangat terutama di
negara iklim tropis dan sub tropis. Prevalensi tertinggi yang terinfeksi adalah pada
usia 6-12 tahun 24% dari populasi dunia, Infeksi Soil Transmitted Helminths lebih
sering terjadi pada anak sekolah dasar kondisi ini disebabkan karena masih
rendahnya respon imun serta didukung oleh perilaku yang tidak sesuai dengan
standart kesehatan, Eosinofil merupakan sejenis sel darah putih. dimana Peningkatan
kadar nya dapat digunakan sebagai penanda terjadinya infeksi STH..
Metode :Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian artikel melalui
google Scholar.kata kunci infeksi kecacingan, anak sekolah dasar, dan Soil
Transmitted Helminthes (STH), jurnal yang diambil maksimal 5 tahun dengan jenis
non eksperimen dalam bentuk PDF pencarian dilakukan dari bulan juni sampai bulan
agustus.
Hasil : dari 5 jurnal yang di review menunjukkan setiap penelitian membahas adanya
eosinofil yang menjadi indikasi infeksi cacing pada sampel. Hasil literatur review
ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran eosinofil dan Soil Transmitted Helminths,
pada hapusan darah tepi anak sekolah dasar yang kurang menjaga personal hygiene.
Kesimpulan :adanya eosinofil pada hapusan darah tepi pada anak sekolah dasar yang
mengindikasikan terjadinya terinfeksi cacing (STH).