Abstract :
Konstipasiadalahgangguanpadasistempencernaandimanapadaanakusia 6-12 bulanfrekuensi BAB kurangdari 3 kali dalamseminggu,
danmengalamipengerasantinjasehinggasulituntukdikeluarkan, didapatkan 2,9% prevalensikonstipasipadaanakusiadibawah 1 tahun meningkat yaitu sekitar 10,1%. Sekitar 17% sampai 40% anak-anak yang mengalami konstipasi. Kasus yang samaantara lain konstipasisekitar 73,2% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pijat bayi
dengan penurunan konstipasi pada anak di Polindes Gebang Gupot Bangkalan Madura. Metode yang digunakan survey analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Dengan sampel bayi usia 6-12 bulan di
Polindes Gebang Gupot Bangkalan sebanyak 38 responden. Variabel independen dalam penelitian ini Pijat Bayi dan Variabel dependen yaitu Penu runan Konstipasi. Pengambilan sampel dilakukan non probability
dengan teknik purposive sampling dengan cara pengambilan data
menggunakan kuesioner, uji statistik menggunakan chi square.
Berdasarkan hasil dari data yang telah diperoleh bahwa frekuensi sebagian besar melakukan pijat bayi, tidak konstipasi sebanyak 22 orang (57.9%) sedangkan responden tidak dipijat mengalami konstipasi hampir setengahnya yaitu 16 orang (42.1%). hasil uji statistik chi square diperoleh hasil nilai ?=
(0.000) (0.05) sehingga Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada
hubungan antara kejadian pijat bayi terhadap penurunan konstipasi di Polindes
Gebang Gupot Bangkalan Madura.
Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan terapi pijat untuk
balita usia 6-12 bulan memberikan HE tentang manfaat stimulasi pijat bayi
yang dapat menurunkan konstipasi pada anak serta memperlancar sistem
pencernaan dalam tubuh.