Abstract :
Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita mengalami kekurangan gizi yang di
perlukan tubuh untuk pertumbuhan. Di tandai dengan kurangnya perkembangan fisik dan mental
anak. Balita yang mengalami stunting memiliki risiko terjadinya penurunan kemampuan
intelektual, produktivitas, dan peningkatan risiko penyakit di masa mendatang. Berdasarkan hasil
Prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur sebesar 36,81 % per 20 Juli 2019. Prevalensi stunting
di Kabupaten Bangkalan yaitu sebesar 10,4% tahun 2019. Prevalensi stunting di Desa Kramat
17% tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk Menganalis antara status pekerjaan dengan kejadian
stunting pada balita usia 24-59 bulan di puskesmas Bangkalan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif sedangkan menurut waktunya
menggunakan Retrospektif. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu status pekerjaan sedangkan
variabel terikat yaitu stunting. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data diambil dari
semua balita usia 24-59 bulan di desa Kramat Kecamatan Bangkalan sebanyak 54 orang denga
cara Purposive Sampling menggunakan uji Rank Spearman. Penelitian ini sudah diuji etik oleh
tim KEPK No : 652/KEPK/STIKES-NHM/EC/VI/2020.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 balita terdapat ibu bekerja yang memiliki
balita stunting sebanyak 17 (63,0%), sedangkan ibu tidak bekerja memiliki balita stunting
sebanyak 15 (55,6%) diperoleh (p value=0,373 > r=0,05), maka Ho diterima H1 ditolak yang
artinya tidak ada hubungan antara status pekerjaan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-
59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan.
Berdasarkan hasil penelitian, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan tetap melakukan
penyuluhan informasi tentang status pekerjaan ibu sehingga masyarakat dapat mengetahui
kebutuhan gizi anak dan mengontrol waktu dalam mengasuk anak.