Abstract :
Keluarga berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif
yang paling dasar dan utama, serta pencegahan kematian. Pelayanan keluarga
berencana dapat dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Kontrasepsi
suntik 3 bulan adalah jenis cairan yang disuntikan ke tubuh wanita secara
intramuscular (IM) setiap 3 bulan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
adanya hubungan lama penggunaan, pola aktivitas dan pola makan dengan
kenaikan berat badan pada akseptor suntik 3 bulan.
Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan
pendekatan cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini lama
penggunaan, pola aktivitas dan pola makan, sedangkan variabel dependen
kenaikan berat badan akseptor suntik 3 bulan. Populasi dalam penelitian ini 98
akseptor, dengan jumlah sampel 90 akseptor pada bulan Maret-April 2020 di
BPM Eko Widyastuti Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan dengan cara
Purposive Sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner Food Record
dan kuesioner IPAQ, kartu KB dan timbangan berat badan dengan
menggunakan uji statistik Spearman?s rho test.
Hasil penelitian menunjukan lama penggunaan 100% > 1 tahun, pola
aktifitas 86,67% sedang, pola makan 100% lebih dan 100% mengalami
kenaikan berat badan. dengan hasil uji statistik Spearman?s rho test
menunjukan ada hubungan lama penggunaan dengan kenaikan berat badan
(p=0.008, r=0.534), ada hubunga pola aktivitas dengan kenaikan berat badan
(p=0.006, r=0,016). Dan ada hubungan pola makan dengan kenaikan berat
badan (p=0,004, r=0,721).
Diharapkan akseptor suntik KB 3 bulan dapat memahami efek samping
KB dan menjaga pola makan serta pola aktivitas sehingga kenaikan berat badan
dalam batas normal sehingga dapat mengurangi resiko penyakit