Abstract :
Involusi uterus adalah proses dimana uterus kembali pada keadan sebelum
hamil. Involusi yang tidak normal atau sub involusi adalah uterus gagal mengalami
involusi uterus pada kecepatan yang diperkirakan, berdasarkan hasil studi
pendahuluan 08 Oktober 2019 yang mengalami keterlambatan involusi uterus 4
(40%). Tujuan Menganalisis hubungan inisiasi menyusui dini (IMD), Mobilisasi
Dini dan Status Gizi dengan involusi uterus pada ibu nifas di BPM Jariyah
Wahyudi, Amd.Keb Burneh Bangkalan.
Metode yang digunakan adalah analitik, desain penelitian menggunakan cross
sectional. Variabel independen peneliti adalah inisiasi menyusui dini, mobilisasi
dini status gizi dan variabel dependennya adalah involusi uteus. Populasi adalah 32
ibu nifas dengan sampel 30 responden menggunakan tehnik Proposive Sampling,
uji statistik menggunakan lambda instrument penelitian menggunakan keusioner
dan observasi
Hasil penlitian menunjukkan hampir seluruh ibu (88,1%) melakukan inisiasi
menyusui dini dengan involusi uterus. Sebagian besar ibu (53,1%) melakukan
mobilisasi dini dengan involusi uterus. Hampir setengahnya ibu (46,8%) pada
status gizi dengan involusi uterus. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,000
maka Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara inisiasi menyusui dini dengan
involusi uterus pada iu nifas. p=0,019 maka Ho ditolak yang artiya ada hubungan
antara mobilisasi dini dengan involusi uterus pada ibu nifas. p=0,012 maka Ho
ditolak maka ada hubungan antara status gizi dengan involusi uterus pada ibu nifas
Upaya kepada tenaga kesehatan selaku penyedia pelayanan kesehatan terutama
bidan memberikan edukasi kepada ibu postpartum bagaimana mencegah terjadinya
keterlambatan involusi uterus.