Abstract :
Mobilisasi dini merupakan kebijakan untuk selekas mungkin untuk
membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas
mungkin berjalan, berdasarkan studi pendahuluan bulan Juli-September 2019
terdapat 27 (73%). Tujuan penelitian ya itu menganalisis kecemasan dan tingkat
nyeri dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada ibu nifas di RSU Anna Medika
Madura.
Metode yang digunakan adalah analitik, desain penelitian menggunakan
cross sectional. Variabel independen peneliti adalah tingkat nyeri dan
pelaksanaan mobilisasi dan variabel dependennya adalah kecemasan. Populasi
adalah 25 pada ibu nifas dengan sampel 23 responden menggunakan tehnik
Probability sampling, uji statistik menggunakan lambda dengan ?=0,05
instrument penelitian menggunakan observasi, keusioner.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu nifas post SC (52,2%)
melakukan mobilisasi dini yang baik dengan tingkat kecemasan berat, sebagian
kecil (17,4%) melakukan mobilisasi dini yang cukup dengan tingkat nyeri berat.
Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p value= 0,017 untuk pelaksanaan
mobilisasi dini dengan kecemasan berat, dan nilai p value=0,017 untuk
pelaksanaan mobilisasi dini dengan nyeri berat yang artinya terdapat hubungan
antara kecemasan dan tingkat nyeri dengan kejadian mobilisas dini.
Upaya agar ibu SC (sectio caesaria) bersedia melakukan mobilisasi dini
antara lain selalu memberikan informasi dengan cara menggunakan bahasa
setempat sehingga mudah dipahami dan motivasi tentang pentingnya
pelaksanaan mobilisasi dan menerapkan secara langsung pelaksanaan mobilisasi
dini segera setelah ibu melahirkan.