Abstract :
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi
yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai
kebutuhan gizi. Berdasarkan survei studi pendahuluan di BPM Titik Sugiarti, S.ST
Bangkalan selama 5 bulan (April ? September 2019) jumlah BBL sebanyak 41 orang,
jumlah bayi stunting sebanyak 35 orang (85,36%). Tujuan dari penelitian ini adalah
menganalisis faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya stunting pada balita
(berat badan lahir, panjang badan lahir, ASI eksklusif, dan pola nutrisi).
Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan
retrospektif. Variabel independen yang di teliti yaitu berat badan lahir, panjang
badan lahir, ASI eksklusif, dan pola nutrisi, dan variabel dependen yaitu
stunting. Populasi penelitian sebanyak 41 balita dan sampel yang diambil
sebanyak 35 balita stunting di BPM Titik Sugiarti, S.ST Bangkalan. Teknik
pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan alat
pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan uji statistik \Sperman
Rank dengan nilai p 0,005. Dan dinyatakan layak etik dengan NO KEKP
513/KEPK/STIKES-NHM/EC/II/2020.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara berat badan
lahir dengan kejadian stunting dengan nilai ?= 0,035 < ? = 0,05, ada hubungan
antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting dengan nilai ?= 0,049 < ? =
0,05, ada hubungan antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai
?= 0,009 < ? = 0,05, ada hubungan antara pola nutrisi dengan kejadian stunting
dengan nilai ?= 0,002 < ? = 0,05.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bidan memberikan HE pada ibu
pada ibu yang akan hamil untuk mencegah terjadi stunting. Bidan juga
diharapkan memberikan penyuluhan tentang pemberian Pemberian ASI eksklusif
dan pemberian MPASI yang sesuai umur bayi dan balita.