Abstract :
Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuha sehingga
menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari pada teman-teman seusianya. Salah satu
penyebab stunting adalah pemberian variasi MP ASI yang bergizi tidak terpenuhi yaitu
pemberian MP ASI yang monoton dan hanya memberikan satu jenis MP ASI saja. Studi
pendahuluan yang dilakukan pada bulan Oktober 2019, diperoleh data pada pada 225
balita terdapat 29 (12,9%) diantaranya mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan pemberian variasi MP ASI dengan kejadian stunting pada balita
usia 6-23 bulan.
Jenis penelitian adalah analitik dengan menggunakan metodeCross-Sectional.
Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, data diambil sebagian balita usia 6-23
bulan pada bulan Januari - Februari 2020 di Desa Larangan Badung Wilayah Kerja
Puskesmas Palengaan Pamekasan dengan besar sampel 27 balita dan hasilnya dianalisa
menggunakan uji chi square.
Pada penelitian 6 balita yang diberikan variasi MP ASI yang bergizi 5 (18,5%)
diantaranya tumbuh secara normal dan 1 balita (3,7%) mengalami stunting, sedangkan
pada 20 balita yang tidak diberkan variasi MP ASI yang bergizi 20 (74%) diantaranya
mengalami stunting dan 1 balita (3,7%) tumbuh secara normal . Analisis uji chi saquare
menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian variasi MP ASI dengan kejadian
stunting pada balita usia 6-23 bulan (p value = 0,0018). Sedangkan SPSS hasilnya ? =
0,05 P = 0,000 maka P < ? Ho ditolak, yaitu ada hubungan pemberian variasi MP ASI
dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan.
Salah satu upaya mencegah terjadinya stunting pada balitaa usia 6-23 bulan
adalah memberikan variasi MP ASI yang bergizi dan sesuai dengan usia anak seperti
memberikan tambahan sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin dan mineral.