Abstract :
Motorik kasar merupakan gerakan fisik yang membutuhkan
keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otototot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Masalah yang dikeluhkan
mengenai anak diantaranya seperti keterlambatan berdiri dan berjalan dibanding
teman seusianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang
mempengaruhi perkembangan motorik kasar pada anak.
Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan korelasional (Cross sectional). Variabel independen
peneliti adalah status gizi, sosio-Ekonomi dan stimulasi dan variabel Dependen
adalah perkembangan motorik kasar anak. Populasi sebanyak 49 anak, dengan
sampel 48 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang
digunakan adalah kuesioner (sosio-ekonomi, stimulasi), DDST dan buku KMS.
Uji statistik yang digunakan Chi Square. Penelitian ini sudah di uji etik oleh tim
KEPK STIKes Ngudia Husada Madura dengan NO: 566/KEPK/STIKESNHM/EC/III/2020
Hasil penelitan menunjukkan bahwa 24 responden (50%) memiliki
gizi kurang, sebanyak 26 responden memiliki sosio-ekonomi kaya (54,2%) dan
sebanyak 18 responden (37,5) diberikan stimulasi kadang-kadang. Hasil uji
statistik Chi Square pada variabel status gizi dan stimulasi terhadap
perkembangan motorik kasar pada anak yaitu ? 0,000 < ? 0,05. Dan hasil uji
statistik Chi Square pada variabel sosio-ekonomi terhadap perkembangan
motorik kasar pada anak yaitu ? 0,004 < ? 0,05 Sehingga Ho ditolak dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh antara faktor status gizi, sosio-ekonomi dan
stimulasi terhadap perkembangan motorik kasar pada anak.
Upaya dalam mengatasi masalah ini yaitu dengan pemantauan status
gizi anak melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan (PMTA)
seperti susu dan biskuit, serta memberikan penyuluhan tentang makanan yang
bernutrisi tinggi pada anak dan pentingnya pemantauan status gizi melalui
kegiatan posyandu, serta pemantauan perkembangan tiap 3 ? 6 bulan sekali