Abstract :
Proses Laktasi atau menyusui adalah proses pembentukan ASI yang
melibatkan hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Hormon prolaktin selama
kehamilan akan meningkat akan tetapi ASI belum keluar karena masih terhambat
hormon estrogen yang tinggi. Berdasarkan hasil pendahuluan, di peroleh 6 ibu
nifas yang mengalami ketidaklancaran produksi ASI. Tujuan penelitian yaitu
menganalisis hubungan frekuensi menyusui, berat badan lahir dan perawatan
payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di BPM Jariyah
Wahyudi., Amd. Keb Burneh Bangkalan.
Metode yang digunakan adalah survey analitik, desain yang digunakan adalah
crossecsional. Variabel independen peneliti ini adalah frekuensi menyusui, berat
badan lahir dan perawatan payudara, dan variabel depen adalah kelancaran
produksi ASI. Populasi 32 ibu nifas dengan sampel 30 responden yang berada di
BPM Jariyah Wahyudi., Amd. Keb Burneh Bangkalan. Dan dengan
menggunakanTehnik Accidental Sampling, uji statistik menggunakan chisquare,
instrumen peneliti menggunakan kuesioner, peneliti ini telah di lakukan uji
kelaikan etik yang dilaksanakan oleh KEPK No 701 STIKes Ngudia Husada
Madura.
Hasil uji statistik frekuensi menyusui didapatkan nilai p value =0,000, berat
badan lahir p value=0,000, perawatan payudara p value =0,003 maka Ho ditolak,
disimpulkan bahwa ada hubungan frekuensi menyusui, berat badan lahir dan
perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI di BPM Jariyah Wahyudi.,
Amd. Keb Burneh Bangkalan.
Berdasarkan hasil penelitian, upaya-upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan
cara memberikan penyuluhan kepada ibu nifas bagaimana cara agar produksi ASI
lancar dan menganjurkan ibu agar tetap melalukan kompres hangat dingin
sebelum dan sesudah menyusui.