Abstract :
Karies gigi merupakan penyakit tidak menular yang dapat dicegah
secara global dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat utama yang
mempengaruhi semua umur, terutama anak-anak. (Bagramian, 2009) dalam
(Splieth,C, dkk, 2017). Tujuan: Masalah karies gigi yang cukup tinggi di Indonesi
dengan prevelensi lebih dari 80% (Fatimatuzzahro, dkk, 2016). Rikesdas 2018
menyebutkan bahwa 93% anak usia dini, yakni dalam rentang 5-6 tahun,
mengalami gigi berlubang. Metode: Metode pencarian literature yang di review
maksimal 5 tahun terakhir, serta akses artikel secara full text. Pencarian artikelatau
jurnal berdasarkan keywords dan dilakukan dengan menggunakan boolean operator
(AND, OR NOT or AND NOT) yang digunakan untuk memperluas atau
menspesifikasikan pencarian, sehingga mempermudan dan penentuan artikel atau
jurnal yang digunakan. Hasil: Berdasarkan literatur yang di review terdapat video
animasi akan lebih lama dan lebih baik dalam ingatan karena melibatkan lebih
banyak panca indera, menstimulusi indera penglihatan dan pendengaran,
menggunakan teknik animasi akan meningkatkan prestasi akademik siswa dan
kemampuan perkembangan kognitif, media video animasi untuk memberikan
pendidikan kesehatan kepada para siswa guna mengatasi keterbatasan tenaga kerja
dan peningkatan kreativitas anak, kemampuan kognitif dapat dikembangkan
melalui media pembelajaran dengan tujuan merangsang anak melakukan kegiatan
berpikir, perhatian, minat, dan perkembangan imajinasi anak. Diskusi: Dental
health education dengan media animasi kartun dan media boneka jari efektif untuk
meningkatkan pencegahan karies gigi pada anak.