Abstract :
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu
penyebab kematian utama pada bayi dan anak balita dinegara berkembang.
Pada tahun 2018 di provinsi Jawa Timur terdapat 51,49% yang artinya
kurang dari target cakupan penemuan ISPA (Profil Kesehatan RI, 2017).
Hal ini sesuai dengan konsep pemberdayaan dalam Family-Centered
Nursing yang menjelaskan bahwa keluarga memiliki hak dan kewenangan
untuk merawat anak-anaknya. Maka dari itu salah satu pendekatan
pelayanan dalam keperawatan adalah berpusat pada keluarga (FamilyCentered-Nursing). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan
kemandirian keluarga sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan kesehatan
berbasis keluarga dalam pencegahan ISPA.
Desain penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasyeksperimen). Populasinya adalah keluarga yang memiliki anak usia 0-5
tahun di kecamatan Kokop. Pada penelitian ini di ambil 10 responden
perlakuan dan 10 responden kontrol dan menggunakan instrumen penelitian
berupa kusioner dalam bentuk google form. Uji analisa menggunakan
Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Whitney-U Test.
Hasil analisa Wilcoxon Test menunjukkan terdapat perbedaan
kemandirian keluarga dalam pencegahan ISPA sebelum dan sesudah diberi
Pendidikan Kesehatan didapatkan nilai p=0,005 kelompok perlakuan
sedangkan kelompok kontrol p=0,180. Uji statistik Mann Whitney pada
kemandirian keluarga diperoleh nilai p=0,000.
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta pengetahuan
sebagai pendidikan kesehatan bagi keluarga dalam pencegahan ISPA.