DETAIL DOCUMENT
PANDANGAN PONDOK PESANTREN DARUL MUSTHAFA LAPA DAYA DUNGKEK SUMENEP TERHADAP AD-DAULAH AL-ISLAMIYAH DI INDONESIA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Sumenep
Author
Moh., Syaubari
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2018-10-24 02:57:37 
Abstract :
ABSTRAK Pandangan Pondok Pesantren Darul Musthafa Lapa Daya Dungkek Sumenep terhadap ad-Daulah al-Islamiyah di Indonesia Kata Kunci: Pondok Pesantren, ad-Daulah al-Islamiyah Pesantren sebagai lembaga pendidikan dituntut dapat berkembang dinamis, menyesuaikan diri seiring dengan peredaran denyut nadi waktu yang terus mengalir. Pesantren harus dapat memaksimalkan potensi yang telah dimilikinya; menambah wawasan dan berinteraksi secara maksimal dengan kemajuan zaman; berperan lebih aktif dalam ranah sosial masyarakat secara maksimal; mengaktualisasikan diri dalam rangka membangun masyarakat intelektual yang shalih. Pergulatan antara pesantren dengan dunia politik, mendapat ruang cukup terbuka dalam lanskap politik Indonesia. Apalagi didukung oleh sistem pemerintahan Indonesia yang tidak didasarkan atas ideologi sebuah agama. Sehingga masyarakat dari latar belakang manapun mempunyai hak yang sama untuk melakukan aktivitas dalam bidang politik. Termasuk didalamnya institusi pesantren dan seluruh elemen yang ada didalamnya (santri dan Kyai).. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana konsep ad-daulah al-Islamiyah yang sebenarnya menurut Pondok Pesantren Darul Musthafa Lapa Daya Dungkek Sumenep? (2) Bagaimana pandangan Pondok Pesantren Darul Musthafa Lapa Daya Dungkek Sumenep terhadap penerapan ad-daulah al-Islamiyah di Indonesia?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang dipakai adalah metode interaksi dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi fenomenologis, di mana penelitian dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi-situasi tertentu Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Istilah ad-Daulah al-Islamiyah lebih teat diartikan sebagai negara yang islami, bukan negara Islam, sesuai dengan hasil kajian secara bahasa, ajaran Islam maupun fakta sejarah (2) Meskipun Islam merupakan agama terbesar yang dianut oleh warga Indonesia, yang didalamnya masih terpecah ke dalam berbagai lairan yang bukan hanya berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain, tidak serta merta langsung bisa dijadikan sebagai agama resmi Negara dengan merubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang demokratis, menjadi Negara teokrasi Islam. 
Institution Info

Universitas PGRI Sumenep