Abstract :
Bank disebutkan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
masyarakat. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Syariah adalah bank yang
menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam.
Kinerja bank merupakan hal yang sangat penting, karena dapat digunakan sebagai
tolak ukur berhasil atau tidaknya bank dalam menjalanakan kegiatannya. Penelitian
ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh variabel
Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF) terhadap kinerja bank
yang di proksikan melalui rasio Return on Asset (ROA) Bank Umum Syariah di
Indonesia Periode Januari 2015 s/d Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini
menggunakan semua bank yang terdaftar dalam otoritas jasa dan keuangan (OJK)
yang berjumlah 14 Bank Umum Syariah di Indonesia. Metode penelitian ini
menggunakan analisis regresi linier berganda dengan dibantu alat aplikasi SPSS
versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan secara parsial bahwa variabel FDR dan
NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel BOPO memberikan
pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap ROA. Sementara secara simultan
variabel FDR, BOPO dan NPF berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Umum
Syariah di Indonesia Periode Januari 2015 s/d Juli 2020.
Kata kunci : Return on Asset (ROA), Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing
Financing (NPF).