Abstract :
Kota Bandar Lampung menjadi sebuah daerah pusat ekspansi bisnis para
pengembang properti di Lampung. Hal ini dikarenakan populasi penduduk Bandar
Lampung mencapai angka 1.051.500 (berdasarkan data tahun 2019 oleh Badan
Pusat Statistik Provinsi Lampung). Banyaknya populasi menyebabkan pentingnya
untuk mempunyai tempat tinggal atau perumahan, yang kemudian hal itu
menjadikan Bandar Lampung sebagai incaran para pengembang properti, terutama
perumahan. Banyaknya populasi menyebabkan pentingnya untuk mempunyai
tempat tinggal atau perumahan, yang kemudian hal itu menjadikan Bandar
Lampung sebagai incaran para pengembang properti, terutama perumahan.
Persebaran perumahan di kota Bandar Lampung tidak semuanya dapat diketahui
oleh masyarakat Bandar Lampung. Kurangnya informasi perumahan yang didapat
oleh masyarakat seperti penyebaran brosur, baleho ataupun iklan lainnya belum
bisa memberikan informasi yang lebih rinci.
Metode yang digunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering
juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot dengan tujuan untuk
memudahkan pengguna dalam menggunakan Sistem Informasi Geografis
Pemetaan Perumahan Berdasarkan Rating. Hasil evaluasi yang telah dilakukan
menggunakan metode perhitungan Skala Likert dan berdasarkan kuisioner
disimpulkan bahwa Sistem Informasi Geografis Pemetaan Perumahan
Berdasarkan Rating memperoleh hasil yang baik untuk digunakandan hasil
perhitungan Skala likert memperoleh hasil 83% . Maka dapat disimpulkan bahwa
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Perumahan Berdasarkan Rating ini
dinyatakan baik untuk digunakan
Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, Pemetaan, Perumahan, Rating,
Bandar Lampung