Abstract :
Penelitian ini dilakukan atas dasar kebutuhan akan adanya masalah metode
pembelajaran dimasa COVID-19 dengan menggunakan Sistem Pendukung
Keputusan untuk mencari alternatif Learning Management Sistem (LMS) yang
terbaik untuk proses pembuatan metode pembelajaran secara online. Dengan
sistem ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa menjalankan Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) dengan baik dan efektif dan tentunya dapat diakses
dimanapun dan kapanpun sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
sebelumnya.
Pada penelitian ini Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang digunakan
adalah dengan menggunakan metode Analitical Hierarchy Process (AHP),
dengan menggunakan metode ini kita dapat mengetahui LMS mana yang akan
dipakai sesuai dengan alternatif (Moodle, A-Tutor dan Dokeos) dan kriteria
(Pengguna, Fitur, Penilaian otomatis, dan Biaya) yang telah ditentukan dan sesuai
dengan keinginan guru-guru berdasarkan hasil kuisioner yang telah dilakukan, dan
berhasil mengumpulkan data sebanyak 30 responden menggunakan Formulir
kepada guru-guru.
Dari kuisioner yang telah dilakukan, penulis menggunakan aplikasi Expert
Choices sebagai tool untuk mempercepat mencari jawaban yang terbaik dengan
menggunakan metode AHP dan mendapatkan hasil Moodle sebagai LMS terbaik
dengan nilai 715, sedangkan A-Tutor dengan nilai 218 dan Dokeos dengan nilai
067.
Kemudian berdasarkan penelitian tersebut selanjutnya di implementasikan
Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan dengan Platform Moodle. Hasil dari
implementasi ini selanjutnya diuji dengan ISO 25010 dengan 3 kriteria dalam ISO
25010 yaitu Functional Suitability, Usability, dan Performance Efficiency.
Berdasarkan perhitungan dan kriteria pengujian aspek usability masuk dalam
kategori kriteria sangat baik dengan nilai presentase 96,80 %. Sehingga Sistem
Pembelajaran Daring di SMA Negeri 1 Gedong Tataan secara keseluruhan dapat
dikatakan Sangat Baik.
Kata Kunci : Learning Management Sistem, Decission Support System, ELearning,Analitical Hierarchy Process.