Abstract :
Pemasukan kas dari Pajak Bumi dan/atau Bangunan merupakan bagian terpenting
untuk pembangunan suatu daerah, dengan hasil yang telah didapatkan pemerintah
daerah dapat meningkatkan pembangunan daerah dengan berbagai infrastruktur
yang membantu masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas serta menjadikan
daerah tersebut menjadi lebih maju. Kepatuhan yang tinggi dari wajib pajak
adalah suatu keadaan dimana wajib pajak memenuhi semua kewajibannya dalam
membayar pajak, namun pada kenyataannya masih ada permasalahan yang
dihadapi oleh wajib pajak dalam realitanya tidak semua bahkan rendahnya tingkat
wajib pajak patuh dalam membayar pajak. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan
pengelolaan pajak bumi dan bangunan maka diperlukan adanya sebuah
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan yang baik oleh
Pemerintah Kota Bandar Lampung khususnya bagi Badan Pengelola Pajak dan
Retribusi Daerah Kota Bandar Lampung dalam hal pemungutan Pajak Bumi dan
Bangunan.
Metode yang digunakan untuk klasifikasi adalah Algoritma Naive bayes dimana
algoritma ini terbukti memiliki akurasi dan kecepatan yang tinggi saat
diaplikasikan ke dalam database dengan data yang besar. Algoritma naïve bayes
adalah algoritma yang mempunyai fungsi untuk memprediksi atau meramalkan
sebuah kejadian dimasa mendatang dengan menggunakan data sebelumnya. Data
primer dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi kemudian akan divalidasi
menggunakan tools RapidMiner.
Hasil penelitian dengan menggunakan data mining pengelompokan data atau yang
sering disebut dengan klasifikasi data ini sangat berguna untuk memprediksi wajib
pajak mana yang akan lancar ataupun tidak lancar dalam pembayaran pajak PBB
pada kecamatan tanjung senang. Perhitungan dilakukan dengan menentukan nilai
probabilitas setiap atribut kemudian akan di validasi dengan Ten-fold Cross
Validation untuk mengetahui tingkat akurasi, presisi, dan recall dari hasil prediksi
klasifikasi.
Kata Kunci : Pajak, Cross Validation, Algoritma naïve bayes, RapidMiner.