Abstract :
Pembelajaran Bahasa Lampung adalah pelajaran yang kurang dipahami
sebagian besar siswa. Tidak dipungkiri bahwa berdasarkan jenjang sekolah dasar
hingga sekolah menengah pertama yang ada di wilayah Bandar Lampung, bahasa
Lampung ialah pelajaran yang kurang dipahami dan dimengerti oleh siswa. Seiring
dengan perkembangan zaman dan teknologi, saat ini adat dan budaya tergerus dan
sudah mulai daerah ditinggalkan oleh masyarakat. Masyarakat Lampung khususnya
kalangan pelajar telah terpengaruh akan budaya-budaya luar yang masuk sehingga
mengakibatkan kurangnya ketertarikan untuk mempelajari budaya daerah
Lampung khususnya bahasa dan aksara daerah yang seharusnya dilestarikan dan
dipelihara.
Salah satu cara untuk melestarikan bahasa, aksara Lampung dan
melestarikan budaya Lampung yaitu melalui teknologi mobile sebagai media
pendidikan. perkembangan teknologi informasi & komunikasi sangat berpengaruh
terhadap pembelajaran, terutama pada pemanfaatan media-media pembelajaran.
Untuk pencapaian hal tersebut, maka dipilihlah metode pendekatan gamifikasi ini
adalah metode Design Thinking. Metode design thinking yakni kerangka kerja
proses lima langkah berulang, yang dapat diterapkan ke semua industri dan
organisasi untuk memperkuat inovasi, memecahkan masalah, memperkuat
kepemimpinan dan meningkatkan kreativitas, sambil membantu pengguna lebih
memahami kebutuhan pengguna mereka dan memberikan layanan terbaik dan
solusi untuk pengguna.
Adanya gamifikasi menggunakan metode design thinking dalam proses
pembelajaran bahasa Lampung yang dapat berguna untuk memudahkan guru,
siswa-siswi serta masyarakat Lampung dalam mempelajari bahasa, aksara
Lampung dan budaya Lampung melalui perangkat mobile.
Kata Kunci: Gamifikasi, User Experience, Design Thinking, Bahasa Lampung