Abstract :
Pertumbuhan laba adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan meningkatkan laba bersih dibanding tahun sebelumnya. Semakin tinggi rasio pertumbuhan laba, semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh dari Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin terhadap pertumbuhan laba perusahaan manufaktur industri food and beverage. Teknik sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Purposive Sampling, ada 22 perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan menggunakan SPSS v20. Penelitian ini
menggunakan uji asumsi klasik seperti uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedatisitas. Uji hipotesis menggunakan uji F
(Simultan), uji T (Parsial) dan uji R2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin
secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan manufaktur industri food and beverage dengan signifikansi 0,014. Penelitian ini diketahui bahwa secara parsial Current Ratio, Total Asset Turnover,dan Net Profit Margin tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan manufaktur industri food and beverage, sedangkan Debt to Equity
Ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan manufaktur industri food and beverage. Nilai Adjusted R Square adalah 17,6% yang menunjukkan kontribusi dari variabel independen yang terdiri atas Current
Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin secara bersama-sama terhadap pertumbuhan laba adalah sebesar 17,6%. Sedangkan sisanya 82,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model regresi.