Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis penentuan harga jual berdasarkan sistem
activity based costing, informasi mengenai harga pokok produksi dapat digunakan sebagai
penetapan harga jual produk yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, penentuan harga pokok
produksi masih menggunakan sistem konvensional, produk yang dihasilkan lebih dari satu
jenis produksi, sehingga penerapan sistem acivity based costing sebagai solusi penentuan
harga pokok produksi yang lebih akurat. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Hasil penelitian penentuan harga pokok produksi pada UMKM Abon
Jawara berdasarkan sistem activity based costing lebih kecil dan akurat apabila dibandingkan
dengan sistem konvensional yang karena benar- benar mencerminkan konsumsi sumber daya
yang sebenarnya. Perbedaan yang terjadi antara harga pokok produksi menggunakan sistem
konvensional dan sistem activity based costing disebabkan karena pembebanan overhead
pada masing-masing produk. Pada perhitungan sistem konvensional lebih besar
dibandingkan dengan sistem activity based costing perhitungan ini didapat setelah
ditemukannya selisih harga pokok produksi pada sistem konvensional Rp.368.914.800.
Sedangkan pada perhitungan sistem activity based costing pada Abon Sapi Rp. 341.296.000,
Abon Ayam Rp. 274.345.000, Abon Ikan Rp. 269.605.000 . Sehingga dari kedua metode
tersebut harga pokok produksi mendapatkan selisih Abon sapi Rp. 27.618.800, Abon Ayam
RP. 94.569.9800, Abon ikan Rp. 99.309.800 (over value).