Abstract :
Embung atau kolam olak merupakan suatu bangunan konservasi air berbentuk
kolam untuk menampung air hujan yang diharapkan dapat mendukung
penyedian air baku pada musim kemarau maupun kebutuhan pertanian.
Penelitian ini dilakukan di Gunung Raya, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Daerah ini mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau dikarenakan
tidak adanya tampungan dan kurangnya manajemen yang baik dalam
mengelola sumber daya air. Pada penelitian ini dilakukan analisis kapasitas
tampungan embung dalam memenuhi kebutuhan air baku pada masyarakat
setempat. Analisis yang digunakan adalah hujan bulanan dari tahun 2009-
2018, data klimatologi, debit andalan. Perhitungan Kapasitas Tampungan
Embung dapat dihitung dengan menggunakan metode Penman. Dari hasil
perhitungan debit yang di dapat dari kedua Stasiun hujan dan data sekunder
serta karateristik DAS Pringsewu maka diperoleh hasil dari metode Penman
memiliki debit andalan berdasarkan Q80 yang digunakan untuk pertanian,
adalah debit total dari tahun 2009-2018 : tahun 2009 adalah 652,4 l/ det; tahun
2010 adalah 702,4 l/det; tahun 2011 adalah 634,16 l/det; tahun 2012 adalah
560,48 l/det; tahun 2013 adalah 608,4 l/det; tahun 2014 adalah 525,2 l/det;
tahun 2015 522,8 l/det; tahun 2016 adalah 772,48 l/det; tahun 2017 adalah 544,8
l/det; tahun 2018 adalah 563,2 l/det. Berdasarkan hasil analisis volume
tampungan maksimum pada kedalaman 8 m diperoleh volume sebesar 132.504
m³ dan untuk volume tampungan minimum pada kedalaman 1 m diperoleh
volume sebesar 16.563 m³. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
Penman mempunyai perhitungan Debit Andalan yang mendekati karateristik
DAS Pringsewu sehingga dapat disimpulkan kapasitas embung yang sesuai
dengan keadaan Embung Gunung Raya. Sehingga tampungan dapat
menampung debit andalan sesuai dengan DAS Pringsewu untuk kebutuhan
masyarakat setempat.